Rabu, 16 Mei 2012

Hakikat

HAKIKAT SIRR

Hakikat Nur Sirrullah adalah Tali Wasilah
Definisi Tali Wasilah
Berikut ini kalimat-kalimat yang saya rangkum ceramah Bapak Prof. Dr. Kadirun Yahya MA, M.Sc.
Bagian dari manusia yang akan kembali ke hadirat Allah SWT adalah Roh Manusia. Oleh sebab itu roh dalam diri kita di dunia ini harus selalu dilatih secara vertical untuk sampai dan selalu berhampiran kehadirat Allah SWT. Ini hanya dapat dilaksanakan dengan menggunakan Saluran Tali Allah SWT.

 
Alloh berfirman dalam QS Al Maidah 35:
“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah pada Allah SWT (termasuk banyak berdzikir & shalat) & carilah wasilah( cara/metode untuk mendekatkan diri pada Nya & berjihadlah (sunguh-sungguhlah berjuang secara intensiflah beramal) pada jalnNya itu (pada metode itu) semoga kamu menang”
 
Wasilah dalam ayat tersebut jika diuraikan secara terperinci & teranalisa merupakan TALI ROHANI yang sambung menyambung, rantai berantai sampai dengan rohani Rasulullah, karena pancaran yang terus menerus dan yang selalu disalurkan dari Nuurun alaa Nuurin Yahdillahu li Nuurihi mayya syau (“ Nur Illahi beriring dengan Nur Muhammad, yang diberikanNya pada orang-orang yang dikehendakiNya”)

QS Ali Imran 103
“ Berpeganglah kamu pada Tali Allah & janganlah kamu bercerai berai”Berdzikir pada Allah dengan mempergunakan metode/ cara menyatukan diri rohani kita dengan frekwensi atau gelombang yang dimiliki Rohani Rasulullah yang hidup pada sisi Allah "
“huwal awwalu wal akhiru”, melalui frekwensi dari pada rohani para ahli silsilah yang menerima & diteruskan secara asli dan murni sambung menyambung secara berantai turun menurun hingga akhirnya sampai kepada Rohani Guru Mursyid saat ini.

Barulah sesudah mendapat frekwensi gelombang dari rohani rasulullah (Nurun ala nurin) melalui Rohani Sang Guru Mursyid, maka gelombang yg berisi Nur Ilahi secara langsung diterima oleh Rohani kita. Dengan memakai/mempergunakan frekwensi itu yang pada hakekatnya telah menyatukan diri Rohani kita dengan diri Rohani Rasulullah hingga memiliki frekwensi yang sama. Sehingga detik itu Ruhani kita dapat hadir ke hadirat Allah SWT, karena rohani rasulullah sangat hampir pada Allah SWT.

Tanpa Wasilah tiap-tiap orang yang bermunajat kehadirat Allah SWT tidak akan mencapai sasaran, dengan kata lain tidak akan sampai kehadirat Allah SWT. Seperti yang dibacakan di atas QS Al Maidah 35

Jadi jelas bahwa wasilah itu yang menyampaikan segala sesuatu kepada Allah SWT, tidak lain dan tidak ada kata lain bahwa yang menyampaikannya ialah semata-mata yang terbit daripada Fi’il Sifat Zat Allah SWT sendiri yang memiliki, Karena Ia yang memiliki getaran-getaran yang Maha Dahsyat, Nurun ala nurin. Cahaya di atas Cahaya yang berisikan Kalimah Al Haq yang terpencar dari yang Maha Punya Nama.

Nurun ala nurin yang memasuki Rohani Rasulullah SAW, satu-satunya manusia yang pasti dimasukinya, tanpa wasilah ini, tidak akan ada alat komunikasi antara Muhammad dengan Allah SWT

 
HR Abu Daud dan An Nasai :
Tidak Kukabulkan doa seseorang, tanpa shalawat atas Rasulku Doanya tergantung di Awang-Awang Jika kita sudah berhampir dengan Rohani YANG MAHA MENANG yaitu ROHANI RASULULLAH maka secara otomatis komunikasi langsung dengan ALLAH SWT sebagai TUHAN YANG MAHA NYATA detik itu telah terbangun, keraguan bertemu ALLAH SWT pada waktu itu harus disirnakan karena sebenarnya kita sudah membangun komunikasi/bertemu dengan ALLAH SWT. Jika di dunia kita sudah mendapatkan teknik untuk berkomunikasi denganNYA maka di akhirat tidak perlu kuatir lagi untuk bersamaNYA.



Nur Sirrullah
 
Nur Sirrullah adalah jembatan penghubung yang menghubungkan 7 petala langit, dari lapis terbawah sampai lapis tertinggi. Sehingga walaupun kesadaran dirimu belum terbuka hingga tataran tertinggi, namun engkau sudah bisa menyadap pengetahuan dari perbendaharaan ghaibNya. Itulah rizki dan karuniaNya untukmu.

Jembatan penghubung ini bisa juga di artikan dg frekwensi penghantar. Juga bisa diartikan tali wasilah. Hakikatnya itu adalah fi'il sifat yg datang dari sisiNya. Karena hakikatnya hanya Hidayah dari Allah saja yg bisa menjadi petunjuk bagi manusia. Wasilah inilah kendaraan yg menghantarkan gelombang fikiran manusia yg ada di alam materi hingga sampai ke alam ruhaniyah (Ilahiyah). 
Cahaya Nur Sirrullah ini jugalah yg menerangi jalan para penempuh spiritual dalam membuka stratum kesadarannya hingga bs mencapai derajat kesadaran manusia luhur Al-Insan Kamil.


“Barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang yang saleh. Dan mereka itulah teman yang paling baik.” (Q.S. An-Nisaa’: 69)

"Tiada sesuatupun yang sebanding dengan (Zat-Nya, sifat-sifat-Nya, dan pentadbiran)-Nya, dan Dia jualah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
(Ayat 11 : Surah asy-Syura )

"Dan pd sisi Allah-lah kunci-kunci semua yg ghaib; tak ada yg mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yg di daratan dan di lautan, dan Tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau kering. melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhil Mahfudz)"
- QS Al An'am 59 -

RAHASIA ALLOH
 
Yang dinamakan hamba oleh alloh adalah Muhammad, karena Muhammad itulah yg mempunyai : Tubuh - Hati - Nyawa - Rahasia.

Muhammad itu hamba? Artinya ilmunya yg membawa wasilah ( talqin dzikir ) yaitu yg berupa Rahasia Alloh yg tertanam di qolbu. Karena Alloh itu nama bagi zat yg wajibul wujud dan mutlak, yaitu bathin Muhammad dan Dzohir Muhammad.

Jadi jelaslah Yg bernama Muhammad itu apa menurut alloh dan yg bernama Alloh ta'ala itu apa, menurut Muhammad....Supaya benar-benar bisa menjadi tauhid pada kalimat laa ilaaha illalloh, maka kalimat yg Agung ini adalah pertemuan antara hamba dg Tuhannya

Kenapa ketika kita berdzikir hati ini tidak merasakan suatu kegembiraan, kadang males dan lain-lainnya padahal kalimat itu adalah alat pertemuaan antara hamba dg Tuhannya...Ini disebabkan karena kita tidak mencintai Laa ilaaha illalloh ? kalimat ini masih kalah dg lagu wali band atau unggu band. Ketika lagu ini diputar...bisa membikin kita terhanyut dan terbawa oleh perasaan yg sangat mengasyikkan...

Itulah mengapa ketika kita berdzikir hati ini belum merasakan rasa nikmat...

Yuch mulai sekarang kita belajar mencintai dzikir, seperti ketika kita mendengarkan lagu kesukaan kita sehingga bisa terbawa kedalam rasa


FUNGSI ANGAN-ANGAN

1. Angan-Angan yg berkecendrungan ke nafsu syahwat adalah bayangan dari hakikat rasa, apabila dapat dikuasainya maka akan menjadi dasar kekuatan akan keindahan, sehingga ketika orang yg sedang berdzikir, kadang-kadang ia merasakan suatu kenikmatan yg tidak dapat diungkapkan dg kata-kata.

2. Angan2 yg berkecendrungan serakah, tamak, mau menang sendiri, malas dan lain-lainnya. Apabila angan-angan ini dapat dikuasai ia akan menjadi sebuah dasar kekuatan, tandanya ia akan mencintai dzikir walaupun ia belum tau hakikat yg ia cintai.
3. Angan2 yg berada didarah, yg wataknya beringasan, amarah, tidak sabaran dan gelap mata. Jika ia dapat dikuasai maka ia akan menjadi sebuah kemauan dan ketekunan dalam berdzikir, tandanya ia akan mengutamakan dzikir dari pada amalan-amalan lainnya.
4. Angan-angan yg berada ditulang sum-sum ia akan menghasilkan kekuatan kehendak yg menyebabkan keinginan-keinginan atau cita2. Dan ini merupakan sarana Karsa Alloh akan menjadi negatif bila tidak dikendalikan dg dzikir, tandanya ketika seorang sedang berdzikir, timbul suatu hasrat keinginan yg ingin berlama-lama didalam berdzikir ( ingin nambah terus dzikirnya )
 
 
PENDIDIKAN HAWA ( NAFS )
Gudang ilmu yang paling dekat dengan kita adalah diri kita sendiri.

Karena diri kita adalah sumber dari ilmu dan rumus Tuhan ( Qudratulloh ). Maka peranan semua agama yang ada dimuka bumi ini adalah pendidikan yang ditunjukan kepada hawa/ Nafs / jiwa manusia agar selalu berkiblat kepadaNya.

Tetapi pendidikan yang ditunjukan kepada hawa ( Talqin dziki ), dihilangkan dan disembunyikan oleh musuh Alloh.

Alhamdulillah Pangersa Abah Anom Qs telah mengembalikan dan memperkenalkannya kembali kepada kita yaitu masalah pendidikan hawa nafsu yaitu berupa talqin dzikir.
 
PUSAT RUH
Setiap bayi yg lahir memiliki tingkat kesucian, yg dp diumpamakan sebuah kertas yg putih polos dan bersih.

Kesuciannya berada pd wahana ( tempat ) nafs ( jiwa ) atau hawa yg masih bersih dan belum tercemar oleh polusi keduniaan.

Nafs ( hawa/jiwa ) dipasang diantara dua kutub jasmaniyah dan kutub ruhaniyah yg berpusat pada ruh, sehingga nafs ini akan dibolak balikan.

Unsur ruhani yaitu ruh itu bersifat suci sebagai utusan Tuhan dlm diri manusia yg dp membawa sebuah ketetapan atau pedoman hidup.

Sehingga ruh ini dp berperan sebagai obor yg memancarkan cahaya kebenaran dari Alloh Swt.

Ruh yg membawa obor atau cahaya dari Tuhannya adlh Ruh Suci atau Ruh Kudus tidak lain adlh seorang Mursyid kamil mukamil ( Pangersa Abah Qs ).

Dialah ( Pangersa Abah ) sebagai juru selamat dan juga juru nasehat untuk hawa, jiwa atau nafs ( Kita )

Jika kita ( nafs, jiwa, hawa ) tunduk ( mau belajar dzikir ) kepada ruh suci ( Guru Mursyid ) maka akan menghasilkan hawa ( nafs ) yg positif ( Nafsu Mutmainah )
 
Sebaliknya jika ( nafs, jiwa, hawa ) tunduk pada keinginan jasad itu disebut sebagai nafsu negatif.

Nafsu negatif ada 3 macam :

1. Nafsu lawamah ( Kepuasan biologis ; makan, minum, tidur dllnya )
2. Nafsu Amarah
Berbuat kejahatan atau Angkara Murka, suka marah, akuisme dllnya.
3. Sawiyah (Mulhimah)
Yaitu suka mengejar kenikmatan psikis; seks, sombong, narsisme, gemar dipuji-puji.

Sedangkan untuk hawa sendiri memiliki 2 kutub nafsu yg bertentangan bisa diibaratkan uang logam yg memiliki 2 sisi ( gambar dan angka ).


Akan tetapi kedua sisi tidak dapat dipisahkan atau dilihat secara bersama-sama. Apabila kita ingin menampilkan gambar maka letakkan angka dibawah dan sebaliknya.


Apabila seseorang mengaku melihat kedua sisinya ( gambar dan angka ) dalam waktu yg sama, maka orang itu bisa dikatakan mempunyai jiwa yg munafik alias kekehidupan yg palsu dan hanya berdasarkan pengakuan belaka alias suka mengaku atau bohong.


Itulah contoh jika orang tidak mau mengambil talqin dzikir

 
TALI RASA
Manusia memiliki alat yang kasar dan yang halus. Yang halus tidak dapat dilihat oleh panca indra mata tetapi sangat lengket diantara keduanya, sehingga dapat menyebabkan panca indra bisa bekerja masing-masing dan inilah yang disebut dg Tali Rasa ( Syaraf Bathin )

Tali rasa bisa bekerja jika disalurkan kepada indra jasmani. Kerjanya tali rasa ini selalu memberi peringatan kepada roh jasmani, sehingga diterima oleh kita didalam buah pikiran tetapi sangat lemah dan seakan-akan itu tak berguna, lalu tidak diperhatikannya dan ini karena disebabkan banyak dipengaruh oleh akal pikirannya.


Saya contohkan ketika seorang sudah selesai sholat dan dzikir, tiba-tiba sekilas ada buah pikiran didalam qolbunya disuruh untuk khotaman. Dan bagi seorang yang awas hatinya ia akan segera melaksanakannya, karena ia tahu siapa yang telah memperintahkannya lewat pesan diqolbunya tiada lain adalah Guru Agung (mursyid) yg memberi sinyal-sinyal pesan pd Muridnya.


Tali rasa inilah yang bisa mengingat segala kejadian yg dikerjakan oleh pikiran dan panca indra lainnya. Tali Rasa ini bisa berdiri sendiri tanpa hambatan dan juga rintangan walaupun tanpa dialiri di syaraf atau darah keotak. Ia bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh mata jasmani. Tali rasa ini kerjanya menyimpan (Rekaman) dan mengetahui semua keadaan baik diluar maupun didalam.


Ketika orang terserang kantuk adalah tanda tali Rasa mulai terputus. Dengan tanda putusnya Tali Rasa ini ia akan tertidur lelap, Orang yang tidur ada yang bermimpi dan ada juga yang tidak. Orang yang bermimpi disebabkan buah efek dari waktu mata jasmani ini terbuka dan secara otomatis merekam semua apa-apa yang dilihat karena banyaknya angan-angan atau khayalan yang tersimpan dan belum direstart dengan Robithoh, maka terjadilah seorang yang bermimpi buruk, sedih, senang bukan bermimpi yang mengandung hikmah.


contohnya Tustel film ketika diarahkan suatu benda atau objek dan disimpan difilm secara otomatis ia akan berpindah kedalam film, itulah angan-angan atau khyalan yang tertinggal di dalam Tali rasa karena tidak direstart dengan Robithoh.
 
 
RASA

Rasa adalah anugerah Yang Maha Agung dari Guru Agung, beliaulah pemilik Rasa itu (Mursyid), Rasa yang mendorong manusia kedalam keadaan yang sesungguhnya dari tiada ke ada, dari sifat ADAM (tiada) kesifat Nur Muhammad (Mursyid), beliaulah (Mursyid) yang membolak balikan rasa ruhaniyah muridnya menuju nur muhammad yang hakiki

rohman rohimullooh yg terpancar dalam pantulan guru kita tercinta, bersihkan wadah itu, untuk menerima limpahan yg Agung
Istiqomah rasa dalam robithoh adalah kewajiban yg mengaku muridnya. 

Karena didalam Istiqomah Rasa itulah mengandung kecintaan, yg disertai rasa kasih sayang yg mendalam dalam kehidupan yang fana ini, leburkanlah bersama para utusannya (Mursyid) menuju yang SATU yaitu keabadian yang hakiki. 

Rasa ini membangkitkan kesadaran untuk lebur bersamanya kedalam lautan yg sangat luas tanpa tepi ,yang membersihkan segala kotoran yang menempel, Penyatuan jiwa dgn utusannya (mursyid) menuju keindahan yg maha indah..

Seorang Mursyid ingin semua muridnya begitu.. Menuju Baldatun thoyibatun wa Robbun ghofur..Sehingga menjadi pelita yg besar dan menerangi dunia lahir dan dunia ruhani dari masrik sampai magrib ila yaumil qiyamah.

Semoga Alloh menjaga diri kita seperti Alloh menjaga para Guru-Guru kita,, dgn kuasa/ Karsa-Nya...aamiin

 
PERENUNGAN


Ini adalah sebuah pertanyaan yg besar bagi para penempuh jalan spiritual.

1. Kemanakah kita bakal pulang?

2. Kemanakah kita setelah mampir makan dan minum didunia ini?

3. Kemanakah Aku hendak pulang setelah aku pergi bertandang kedunia ini?


 
I. kemanakah kita bakal pulang?
 

Asal kita dari orang tua.
A. Yang berasal dari lahiriyah.  
    Caranya:
1. Muliakanlah kedua Orang Tua, jangan sekali2 engkau membentaknya, menyakitinya lebih-lebih engkau mendiaminya.
2. Doa kan secara lahiriyah dan bathiniyah, dg cara sholat birrul walidaini.
3. Ciumlah tanganya sebagai rasa hormatmu...hakikatnya adalah mengharap ampunannya
4. Sering-seringlah engkau bersilatuhrahmi kepada kedua Ortumu. dllnya
Ini baru haqnya lahiriyyah...untuk mengembalikan titipan yg ada pada dirimu. Pulangkan lahirmu pd asalnya yaitu Kedua Ortumu.
 
B. Yang berasal dari ruhaniyyah...kembalikan yg asal dari bathiniyyah....dan ini adalah haqnya Seorang Mursyid. Bagaimana dg cara mengembalikannya :
1. Robithoh
2. Perbanyak Dzikir
3. Khotaman dan
4. Manaqib
Itu semua adalah untuk memulangkan diri bathin ini ketempat asalnya.
II. Kemanakah kita mampir minum dan makan didunia ini?

Ilustrasinya begini:
1. Sebelum makan baca bismilah

2. Sedang makan hadirkan qolbu ( Dzikir khofi )
3. Sesudah makan baca Alhamdulillah.
Nah...persoalan yg kita anggap sepele, sebetulnya mengandung manfaat atau keutamaan yg besar kenapa?
 
Sebab secara tidak langsung ruhani kita, mengembalikan haqnya bangsa yg kita makan yaitu :
1. Haqnya Tumbuhan
2. Haqnya hewani
Kesemuanya akan dikembalikan oleh ruhani kita, begitu juga lahiriyyah mengembalikan haqnya dg mengeluarkan kentut dan kotoran semuanya kembali pd asalnya yaitu dunia.
III. Kemanakah Aku hendak pulang setelah aku pergi bertandang kedunia ini?

Aku ini adalah Aku dunia dan Aku Akherat...Aku bangsa Jasad dan Aku Bangsa Ruhani.
Setelah bangsa jasad (dzohir) bertandang dan bertemu dg asalnya yaitu dunia ini, lewat perantara atau jasa kedua Orang Tua kita...Tinggal bangsa Ruhani yg belum bertandang ke Asalnya yaitu alam ruhani.
 
Kita sudah diperkenalkan dg bangsa Ruhani oleh Seorang Mursyid...tinggal kita melangkah dan mengetuk pintu alam ruhani itu, dg cara dzikir yg sesuai petunjuknya ( sesuai alamatnya )
Mulai sekarang yuch kita belajar bertandang kenegeri ruhani itu.


 


WEJANGAN PARA LELUHUR


" Urip sing sejati yaiku sing tan keno pati ".
( Hidup yg sejati itu adalah hidup yg tidak bisa terkena Mati ).

Kita semua bakal hidup sejati, tapi permasalahan yg muncul adalah...Siapkah kita menghadapi hidup yg sejati, jika kita senantiasa berpegang teguh pd kehidupan didunia ini yg serba fana dan baru?

Para Leluhur juga menjelaskan:

" Tangeh lamun siro bisa ngerti sampurnaning pati, yen siro ora ngerti sampurnaning urip ".


( Mustahil kamu bisa mengerti kematian yg sempurna, jika kamu tidak mengerti hidup yg sempurna ).
Oleh karena itu carilah ilmu yg dapat menyempurnakan lahir bathin.



 
KARUHUN ( Para leluhur )
Banyak pemahaman menyimpang atas nama Islam. Pemahaman KA-RUH-UN yang diidentikan dengan para leluhur zaman dulu. Yang seolah-olah para leluhur adalah biangnya Ruh. Sehingga masih nbanyakn diantara kita yang masih mengandalkan dan meminta sesuatu semisal kekuatan atau masalah kehidupan ini kepada para karuhun,
Maka dari itu Kembalilah kepada Biangnya yaitu Ruh Sayyidina wa Nabiyyina Muhammad Saw, dialah bapak segala Ruh *Ana Babul Arwah*
Bagaimana caranya? segeralah ambil Talqin-Dzikir dari seorang Mursyid Kamil Mukamil yang mempunyai tali washilahNya, bukan kepada para normal atau pun dukun untuk memecahkan problem kehidupan ini.


  NASEHAT KASEPUHAN

1. Jasad, nyawa, rasa....kasepuhan bandung
 
2. Kullu nafsin zaaikatul maut.....kasepuhan karawang
3. jangan banyak baca kitab... kasepuhan madura Kh maimun WK talkin
4. dzikir yang banyak...kasepuhan cianjur alm ajengan Aang wk Talqin

5. Sudah punya rumah disana?????
sudah tau jalan pulang ???/
kasepuhan ciawi, abah mid, wk talkin
 
6. mutu qobla anta mutu....belajar mati sebelum mati.... ilmu yang paling dasar.../paling rendah....kasepuan bandung
43 menit yang lalu · Suka · 3

7. dunia ibarat duri tajam.....kasepuhan kebumen

8. riyadhoh mempertajam rasa....alm Kang Haji Dudun
 
9. Abah mah teu kamana mana, Abah aya di koneng.....Pengersa Kang Haji Kankan Putra pangersa

10.mandi malam mengisi 360 sendi dg nur....kasepuhan...( rahasia )

11.tolak bala....itu penting....pembersih....kasepuhan SUryalaya
 
12. membayar fiziah orang tua atau saudara alm ....penyelamat di alam barzah, dengan syarat tertentu....kasepuhan ( tidak boleh mnyebut nama /rahasia ), kecuali face to face

13. hakekat rejeki itu apa apa yang di makan oleh orang lain/ mangfaat bagi orang, kalAu yang dimakan kita tidak berbekas...larinya ke wc....

14. ciri ciri sayang Guru..."duduk di sajadah " dari magrib sampai isya
subuh sampai isrok....kasepuhan karawang

15. ada waktu/ jam tertentu turunnya rahmat, jam 12:00, 02:00, 03:00 pangersa Abah Anom
 
16. Pagawean urang tharekot mah pagewean jalma nu teu loba omong.....kasepuhan bandung

17. Bungsu Bagus nikmaaatt...ibadah teh bageur....! ti pun Bpk (alm)..


18. ini yang berat....dzikir 3000, 5000, 10.000, satu waktu...kalau mau sampai...
kasepuhan bandung
 
19. ( kalau sudah biasa dan dikasih tau caranya , satu jam dapet 10 .000 )...kasepuhan bandung
 
20. belajar baca Al ikhlas, dari sekarang......kedepan shalat nisfu 100 rakkat jadi sebentar,terbukti dari magrib dzikir, khataman, shalat sunat ba'da magrib. shalat nisfu, qobla isya, isya dzikir , lanjut sahalat nisfu, jam 8 malem selesai.....kasepuhan bandung


21. ciri ciri orang yang berzdikir banyak ...seluruh tubuh bergetar, dari ujung rambut, kulit, daging , urat, darah, tulang, sumsum...bergetar
nya berlanjut...sampai masuk waktu shalat berikutnya, dst.... itu lah yang dinamakan hakekat 7


  hakekat Ada 3 tetapi 1
1. Jasad ( Badan )     
2. Nyawa ( Ruh )
3. Rasa  ( Sirr )

3 ini hakekatnya satu...dzikir nya satu kali sehari...harus manteng atau ajeg dengan istiqomah gak putus, walau dibawa tidur sekalipun....tetap terdengar , terlihat, terasa...dan hakekat 3 mempunyai 4 huruf....alif, lam, lam, ha....itulah dzikir rahasia


1. Adapun alif artinya tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan Kokoh,
2. Adapun lam maksudnya adalah maha lembut terhadap hamba-nya.
3. Adapun lam kedua artinya Memberi petunjuk bagi makhluk-Nya.
4. Adapun ha adalah Al Haq, Maha hidup dan penyayang
 

BAB MATI
1. Proses kematian jasad ( 'am/umumnya), lepasnya Ruh dgn jasad,
2. Proses kematian Nafsu, Matinya Ke-Adaman, Hidupnya Ke-Muhammadan (Pangersa) ada dalam diri kita, semua itu adalah taqdirNya.. 
3. Proses kematian Rasa
Yaitu matinya Rasa keduniawian dengan hidupnya rasa keruhanian yaitu rasa zuhud 
tingkatan ini yg harus kita lalui biar bisa selamat dan menyelamatkan itulah hakikat Islam. Untuk mendapatkannya harus ada ijasah dari seorang Guru (stempel Nurbuwah). Itulah ijasah yang harus kita capai didunia dan diakherat

 
AKSISORIS ROH

1. IMAN adalah senjata pusaka pamungkasnya Roh
2. Tauhid adalah tempat atau wadahnya roh
3. Ma'rifat adalah penglihatannya roh
4. Qolbu adalah Antene penerima ( CHanel ) roh
5. Akal adalah pembicaraannya roh
6. Niat adalah saklarnya roh
7. Sholat adalah menghadapnya roh
8. Syahadat adalah keadaan dan situasi roh
9. Dzikir adalah alatnya roh
10. Talqin adalah wasilahnya roh
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar